Alur Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

5 min read Jun 24, 2024
Alur Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Memahami Alur Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang merupakan entitas bisnis yang menjalankan kegiatan utamanya dengan membeli dan menjual barang dagangan. Agar proses operasional perusahaan dapat berjalan dengan lancar dan terstruktur, diperlukan sistem akuntansi yang baik. Salah satu aspek penting dalam sistem akuntansi perusahaan dagang adalah siklus akuntansi, yaitu serangkaian proses yang dilakukan untuk mencatat, meringkas, dan melaporkan transaksi keuangan perusahaan.

Artikel ini akan membahas secara detail alur siklus akuntansi perusahaan dagang, mulai dari proses awal hingga penyusunan laporan keuangan.

Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Berikut adalah tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang:

  1. Transaksi

    Siklus akuntansi dimulai dengan terjadinya transaksi. Transaksi pada perusahaan dagang umumnya meliputi:

    • Pembelian Barang Dagangan: Perusahaan membeli barang dagangan dari pemasok untuk dijual kembali.
    • Penjualan Barang Dagangan: Perusahaan menjual barang dagangan kepada pelanggan.
    • Penerimaan Kas: Perusahaan menerima kas dari pelanggan atas penjualan barang dagangan.
    • Pengeluaran Kas: Perusahaan mengeluarkan kas untuk pembayaran pembelian barang dagangan, gaji karyawan, dan biaya operasional lainnya.
  2. Pencatatan Transaksi

    Setiap transaksi yang terjadi harus dicatat dengan benar dan akurat dalam jurnal. Jurnal merupakan buku catatan yang mencatat transaksi secara kronologis. Jenis jurnal yang umum digunakan oleh perusahaan dagang antara lain:

    • Jurnal Pembelian: Mencatat transaksi pembelian barang dagangan.
    • Jurnal Penjualan: Mencatat transaksi penjualan barang dagangan.
    • Jurnal Kas Masuk: Mencatat transaksi penerimaan kas.
    • Jurnal Kas Keluar: Mencatat transaksi pengeluaran kas.
  3. Pemindahan ke Buku Besar

    Setelah dicatat dalam jurnal, data transaksi selanjutnya dipindahkan ke buku besar. Buku besar merupakan kumpulan rekening yang berisi informasi tentang aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan biaya perusahaan.

  4. Penyusunan Neraca Saldo

    Neraca saldo merupakan daftar rekening buku besar yang disusun secara sistematis berdasarkan saldo debit dan kredit masing-masing rekening. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa total debit sama dengan total kredit sebelum penyusunan laporan keuangan.

  5. Penyesuaian

    Penyesuaian dilakukan untuk memastikan bahwa laporan keuangan mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Penyesuaian biasanya dilakukan pada akhir periode akuntansi, dan meliputi:

    • Penyusutan Aset Tetap: Penyesuaian untuk mengurangi nilai aset tetap secara bertahap sesuai dengan umur ekonomisnya.
    • Penghasilan yang Diterima Dimuka: Penyesuaian untuk mencatat penghasilan yang telah diterima namun belum diperoleh.
    • Biaya yang Dibayarkan Dimuka: Penyesuaian untuk mencatat biaya yang telah dibayarkan namun belum digunakan.
  6. Penyusunan Laporan Keuangan

    Tahapan akhir dari siklus akuntansi adalah penyusunan laporan keuangan. Laporan keuangan terdiri dari:

    • Laporan Laba Rugi: Menunjukkan kinerja keuangan perusahaan dalam suatu periode tertentu.
    • Neraca: Menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada suatu titik waktu tertentu.
    • Laporan Arus Kas: Menunjukkan arus masuk dan keluar kas selama suatu periode tertentu.
    • Laporan Perubahan Ekuitas: Menunjukkan perubahan nilai ekuitas perusahaan selama suatu periode tertentu.

Pentingnya Siklus Akuntansi bagi Perusahaan Dagang

Siklus akuntansi memiliki peran yang sangat penting bagi perusahaan dagang, karena:

  • Mempromosikan akuntabilitas: Dengan mencatat setiap transaksi dengan benar, siklus akuntansi membantu perusahaan untuk bertanggung jawab terhadap keuangannya.
  • Membantu dalam pengambilan keputusan: Laporan keuangan yang dihasilkan dari siklus akuntansi menyediakan informasi yang bermanfaat bagi manajemen dalam membuat keputusan strategis.
  • Meningkatkan efisiensi: Dengan sistem akuntansi yang baik, perusahaan dapat mengelola keuangannya secara efisien dan efektif.
  • Memenuhi persyaratan hukum: Perusahaan diwajibkan untuk menyediakan laporan keuangan yang akurat dan transparan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kesimpulan

Siklus akuntansi merupakan proses yang penting dalam pengelolaan keuangan perusahaan dagang. Dengan memahami dan menerapkan tahapan siklus akuntansi secara benar, perusahaan dapat memastikan bahwa laporan keuangan yang dihasilkan akurat dan bermanfaat untuk mendukung proses pengambilan keputusan dan meningkatkan kinerja perusahaan.

Related Post