Alur Pencatatan Akuntansi Perusahaan Dagang

4 min read Jun 24, 2024
Alur Pencatatan Akuntansi Perusahaan Dagang

Alur Pencatatan Akuntansi Perusahaan Dagang: Panduan Lengkap untuk Pengusaha

Perusahaan dagang, yang berfokus pada pembelian dan penjualan barang dagangan, memiliki sistem pencatatan akuntansi yang spesifik. Sistem ini dirancang untuk melacak alur barang dagangan, biaya, dan pendapatan dengan akurat. Berikut adalah alur pencatatan akuntansi perusahaan dagang secara detail:

1. Penerimaan Barang Dagangan

  • Pembelian: Proses awal adalah pembelian barang dagangan dari pemasok. Pencatatan pembelian dilakukan dengan jurnal pembelian, yang mencatat tanggal pembelian, nama pemasok, jumlah barang, harga, dan total biaya.
  • Penerimaan Barang: Setelah barang diterima, perusahaan harus memeriksa kesesuaian dengan pesanan dan kualitas barang. Proses ini dicatat dalam buku penerimaan barang, yang mencantumkan tanggal penerimaan, nama pemasok, jumlah barang, dan detail lainnya.
  • Persediaan: Barang yang diterima akan dimasukkan ke dalam persediaan. Persediaan dibagi menjadi:
    • Persediaan Barang Dagangan: Barang yang siap dijual.
    • Persediaan Barang Baku: Bahan baku untuk produksi.
    • Persediaan Barang dalam Proses: Barang yang sedang dalam proses produksi.
    • Persediaan Barang Jadi: Barang yang telah selesai diproduksi.

2. Penjualan Barang Dagangan

  • Penjualan: Saat barang dagangan dijual, perusahaan mencatat transaksi penjualan dalam jurnal penjualan. Jurnal ini mencantumkan tanggal penjualan, nama pembeli, jumlah barang, harga jual, dan total pendapatan.
  • Pengiriman: Setelah pembayaran diterima, barang dagangan dikirim kepada pembeli. Pengiriman dicatat dalam buku pengiriman, yang mencantumkan tanggal pengiriman, nama pembeli, jumlah barang, dan detail lainnya.
  • Piutang: Jika pembeli membayar dengan kredit, maka perusahaan mencatatnya sebagai piutang. Piutang dipantau secara berkala untuk memastikan pembayaran tepat waktu.

3. Pencatatan Biaya

  • Biaya Pokok Penjualan (HPP): Biaya yang terkait dengan pembelian dan penjualan barang dagangan, termasuk:
    • Harga Perolehan: Harga pembelian barang dagangan ditambah biaya transportasi dan asuransi.
    • Diskon: Potongan harga yang diberikan kepada pembeli.
    • Retur Penjualan: Barang dagangan yang dikembalikan oleh pembeli.
  • Biaya Operasional: Biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan perusahaan, seperti:
    • Gaji dan Upah: Biaya untuk tenaga kerja.
    • Sewa: Biaya sewa tempat usaha.
    • Listrik dan Telepon: Biaya operasional.
    • Promosi dan Iklan: Biaya untuk meningkatkan penjualan.

4. Penyusunan Laporan Keuangan

  • Neraca: Menyajikan posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu, meliputi aset, kewajiban, dan ekuitas.
  • Laba Rugi: Menyajikan pendapatan dan biaya perusahaan selama periode tertentu, untuk mengetahui besarnya keuntungan atau kerugian.
  • Laporan Arus Kas: Menyajikan arus kas masuk dan keluar perusahaan selama periode tertentu, untuk mengetahui sumber dan penggunaan kas.

5. Sistem Pencatatan yang Efektif

  • Penggunaan Software Akuntansi: Memudahkan dalam pencatatan dan pengolahan data.
  • Sistem Penomoran: Membantu dalam melacak setiap transaksi dan mempermudah audit.
  • Kontrol Internal: Mencegah kesalahan dan penipuan dalam proses pencatatan.

Kesimpulan

Alur pencatatan akuntansi perusahaan dagang merupakan sistem yang rumit namun penting untuk dikelola dengan baik. Dengan sistem pencatatan yang akurat, perusahaan dapat mengelola keuangan secara efektif, memantau kinerja, dan membuat keputusan bisnis yang tepat.

Related Post