Alasan Perusahaan Menahan Ijazah

5 min read Jul 02, 2024
Alasan Perusahaan Menahan Ijazah

Mengapa Perusahaan Menahan Ijazah? Sebuah Perspektif tentang Praktik yang Kontroversial

Praktik perusahaan menahan ijazah karyawan masih menjadi perdebatan hangat di Indonesia. Di satu sisi, perusahaan beralasan bahwa hal ini dilakukan untuk menjamin kepatuhan dan loyalitas karyawan. Di sisi lain, karyawan merasa hak mereka untuk mendapatkan ijazah sebagai bukti kelulusan pendidikan dipersulit.

Artikel ini akan membahas berbagai perspektif tentang alasan perusahaan menahan ijazah dan menganalisis dampaknya terhadap karyawan.

Alasan Perusahaan Menahan Ijazah

Perusahaan yang menahan ijazah umumnya berargumen bahwa tindakan ini memiliki beberapa manfaat, antara lain:

  • Menjamin Kepatuhan Karyawan: Perusahaan percaya bahwa menahan ijazah menjadi jaminan bagi karyawan untuk tetap bekerja sesuai dengan kesepakatan yang telah disetujui. Hal ini dianggap dapat meminimalkan risiko karyawan meninggalkan perusahaan setelah menerima pelatihan dan pengetahuan yang bermanfaat.
  • Mengurangi Tingkat Perputaran Karyawan: Dengan menahan ijazah, perusahaan berharap dapat mengurangi angka karyawan yang mengundurkan diri. Alasannya adalah karyawan yang ingin meninggalkan perusahaan harus membayar sejumlah uang atau menjalani masa kerja tertentu untuk mendapatkan kembali ijazah mereka.
  • Mempertahankan Investasi Pelatihan: Perusahaan yang memberikan pelatihan kepada karyawan menganggap bahwa menahan ijazah dapat menjadi cara untuk melindungi investasi mereka. Hal ini dikarenakan karyawan yang telah menerima pelatihan dan pengetahuan khusus akan merasa sulit untuk mencari pekerjaan di tempat lain tanpa ijazah.

Dampak Negatif Menahan Ijazah bagi Karyawan

Meskipun perusahaan berpendapat bahwa menahan ijazah memberikan manfaat bagi mereka, praktik ini justru menimbulkan dampak negatif bagi karyawan.

  • Membatasi Peluang Karier: Kehilangan akses terhadap ijazah secara langsung membatasi peluang karier bagi karyawan. Mereka tidak dapat melamar pekerjaan di tempat lain atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
  • Menurunkan Moral dan Motivasi: Perasaan tidak percaya dan dikekang akibat ijazah ditahan dapat menurunkan moral dan motivasi kerja karyawan.
  • Merugikan Secara Finansial: Karyawan yang terpaksa membayar sejumlah uang untuk mendapatkan kembali ijazah mereka mengalami kerugian finansial.
  • Melanggar Hak Asasi: Menahan ijazah dapat diartikan sebagai pelanggaran terhadap hak asasi karyawan. Ijazah merupakan bukti kelulusan dan hak pribadi yang seharusnya dimiliki oleh setiap individu.

Solusi yang Lebih Baik

Sebagai solusi atas praktik menahan ijazah, perusahaan dan karyawan perlu mencari jalan tengah yang lebih adil dan saling menguntungkan.

  • Perjanjian Kerja yang Jelas: Perjanjian kerja yang jelas dan terstruktur dapat menjadi solusi yang lebih baik. Dalam perjanjian, perusahaan dan karyawan dapat menyepakati jangka waktu masa kerja atau bentuk kompensasi yang harus dipenuhi karyawan sebelum mendapatkan kembali ijazah mereka.
  • Peningkatan Kesejahteraan Karyawan: Perusahaan harus fokus pada peningkatan kesejahteraan karyawan, seperti memberikan gaji yang kompetitif, program pelatihan yang berkualitas, dan kesempatan promosi yang adil. Hal ini dapat meningkatkan loyalitas dan kepuasan karyawan tanpa perlu menahan ijazah mereka.
  • Mendorong Budaya Kerja yang Sehat: Membangun budaya kerja yang sehat dan saling menghormati dapat menjadi solusi jangka panjang. Perusahaan harus menciptakan lingkungan kerja yang positif dan memberikan kesempatan bagi karyawan untuk berkembang, baik di dalam maupun di luar perusahaan.

Kesimpulan

Menahan ijazah karyawan merupakan praktik yang kontroversial dan menimbulkan banyak perdebatan. Meskipun perusahaan beralasan bahwa tindakan ini dilakukan untuk menjamin kepatuhan dan loyalitas karyawan, praktik ini justru memberikan dampak negatif bagi karyawan. Solusi yang lebih baik adalah membangun hubungan kerja yang saling menghormati, serta menciptakan lingkungan kerja yang adil dan kondusif bagi semua pihak.

Related Post