Akun-akun Yang Memerlukan Penyesuaian Pada Perusahaan Dagang

6 min read Jun 23, 2024
Akun-akun Yang Memerlukan Penyesuaian Pada Perusahaan Dagang

Akun-Akun yang Memerlukan Penyesuaian pada Perusahaan Dagang

Dalam dunia bisnis, terutama bagi perusahaan dagang, proses penyesuaian akun merupakan hal yang krusial. Penyesuaian akun dilakukan untuk memastikan bahwa laporan keuangan yang dihasilkan akurat dan mencerminkan kondisi riil perusahaan. Penyesuaian sendiri melibatkan koreksi terhadap akun-akun yang mungkin tidak mencerminkan nilai sebenarnya pada akhir periode akuntansi.

Berikut beberapa akun yang umumnya memerlukan penyesuaian pada perusahaan dagang:

1. Persediaan Barang Dagang

Akun persediaan barang dagang merupakan aset yang penting dalam perusahaan dagang. Penyesuaian terhadap akun ini bertujuan untuk memastikan nilai persediaan yang ada di tangan pada akhir periode akuntansi sesuai dengan jumlah yang sebenarnya.

  • Penyesuaian yang umum dilakukan:
    • Persediaan Barang Dagang yang Rusak atau Kadaluarsa: Barang dagang yang rusak atau kadaluarsa tidak lagi memiliki nilai jual dan perlu dikurangi dari nilai persediaan.
    • Persediaan Barang Dagang yang Dicuri atau Hilang: Hilangnya persediaan barang dagang akibat pencurian atau sebab lain juga harus dikurangi dari nilai persediaan.
    • Penyesuaian Nilai Persediaan Barang Dagang: Penyesuaian nilai persediaan barang dagang dapat dilakukan jika terjadi perubahan nilai pasar atau jika ada penurunan nilai persediaan.

2. Beban Asuransi

Akun beban asuransi merupakan akun yang digunakan untuk mencatat biaya asuransi yang telah dibayar di muka. Penyesuaian akun ini bertujuan untuk mengalokasikan biaya asuransi yang telah dibayar di muka ke periode yang tepat.

  • Penyesuaian yang umum dilakukan:
    • Menghitung Asuransi yang Telah Digunakan: Misalnya, jika perusahaan membeli polis asuransi dengan jangka waktu 1 tahun pada tanggal 1 Januari dan membayar premi sebesar Rp12.000.000, maka pada akhir bulan Desember, perusahaan harus mencatat beban asuransi sebesar Rp1.000.000 (Rp12.000.000 / 12 bulan).

3. Beban Sewa

Akun beban sewa digunakan untuk mencatat biaya sewa yang telah dibayar di muka. Penyesuaian akun ini bertujuan untuk mengalokasikan biaya sewa yang telah dibayar di muka ke periode yang tepat.

  • Penyesuaian yang umum dilakukan:
    • Menghitung Sewa yang Telah Digunakan: Misalnya, jika perusahaan menyewa gedung dengan jangka waktu 1 tahun pada tanggal 1 Mei dan membayar sewa sebesar Rp24.000.000, maka pada akhir bulan Desember, perusahaan harus mencatat beban sewa sebesar Rp1.600.000 (Rp24.000.000 / 12 bulan x 8 bulan).

4. Beban Gaji

Akun beban gaji merupakan akun yang digunakan untuk mencatat biaya gaji karyawan. Penyesuaian akun ini bertujuan untuk memastikan bahwa beban gaji yang dicatat sesuai dengan gaji yang dibayarkan kepada karyawan.

  • Penyesuaian yang umum dilakukan:
    • Gaji yang Ditangguhkan: Jika perusahaan membayar gaji karyawan pada tanggal 15 setiap bulan, namun periode akuntansinya berakhir pada tanggal 31 Desember, maka gaji yang dibayarkan pada tanggal 15 Desember harus dicatat sebagai beban gaji pada periode yang tepat.

5. Pendapatan Bunga

Akun pendapatan bunga digunakan untuk mencatat bunga yang diterima dari investasi. Penyesuaian akun ini bertujuan untuk memastikan bahwa pendapatan bunga yang dicatat sesuai dengan bunga yang telah diterima.

  • Penyesuaian yang umum dilakukan:
    • Menghitung Bunga yang Diterima: Misalnya, jika perusahaan mendepositokan dana di bank sebesar Rp100.000.000 dengan bunga 10% per tahun, maka pada akhir periode akuntansi, perusahaan harus mencatat pendapatan bunga sebesar Rp8.333.333 (Rp100.000.000 x 10% / 12 bulan).

6. Beban Penyusutan

Akun beban penyusutan digunakan untuk mencatat biaya penyusutan aset tetap. Penyesuaian akun ini bertujuan untuk mengalokasikan biaya penyusutan aset tetap secara merata ke setiap periode penggunaan.

  • Penyesuaian yang umum dilakukan:
    • Menghitung Nilai Penyusutan: Misalnya, jika perusahaan memiliki mesin dengan harga Rp100.000.000 dan usia ekonomis 5 tahun, maka nilai penyusutan per tahun adalah Rp20.000.000 (Rp100.000.000 / 5 tahun).

Pentingnya Penyesuaian Akun

Penyesuaian akun merupakan proses yang penting dalam akuntansi karena:

  • Memastikan keakuratan laporan keuangan: Penyesuaian akun memastikan bahwa laporan keuangan mencerminkan kondisi riil perusahaan pada akhir periode akuntansi.
  • Menghindari kesalahan dalam pengambilan keputusan: Laporan keuangan yang akurat membantu manajemen dalam membuat keputusan bisnis yang tepat.
  • Memenuhi standar akuntansi: Penyesuaian akun membantu perusahaan dalam memenuhi standar akuntansi yang berlaku.

Kesimpulan

Penyesuaian akun merupakan proses yang penting dalam akuntansi perusahaan dagang. Dengan melakukan penyesuaian akun secara tepat, perusahaan dapat memastikan bahwa laporan keuangannya akurat, mencerminkan kondisi riil perusahaan, dan membantu dalam membuat keputusan bisnis yang tepat.