Akun Akun Yang Ada Di Perusahaan Dagang

6 min read Jun 23, 2024
Akun Akun Yang Ada Di Perusahaan Dagang

Mengenal Berbagai Jenis Akun dalam Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang, sebagai entitas bisnis yang berfokus pada pembelian dan penjualan barang, memiliki berbagai macam akun yang berperan penting dalam mencatat dan mengelola aktivitas bisnisnya. Pemahaman yang baik terhadap jenis-jenis akun ini menjadi kunci dalam membuat laporan keuangan yang akurat dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan.

Berikut adalah beberapa jenis akun yang umum dijumpai dalam perusahaan dagang:

1. Akun Neraca

Akun neraca adalah akun yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada suatu titik waktu tertentu. Jenis akun neraca dibagi menjadi dua kategori utama:

  • Aset: Aset merupakan sumber daya yang dimiliki perusahaan dan diharapkan dapat menghasilkan manfaat ekonomi di masa depan. Beberapa contoh aset dalam perusahaan dagang:
    • Kas: Uang tunai yang dimiliki perusahaan.
    • Piutang Usaha: Uang yang harus dibayar oleh pelanggan atas pembelian barang.
    • Persediaan Barang Dagangan: Barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual.
    • Peralatan: Peralatan yang digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan.
  • Liabilitas: Liabilitas merupakan kewajiban perusahaan kepada pihak lain yang harus dibayar di masa depan. Beberapa contoh liabilitas dalam perusahaan dagang:
    • Utang Usaha: Uang yang harus dibayar perusahaan kepada pemasok atas pembelian barang.
    • Utang Bank: Pinjaman yang diterima perusahaan dari bank.
    • Utang Gaji: Gaji karyawan yang belum dibayarkan.
  • Ekuitas: Ekuitas merupakan hak pemilik atas aset perusahaan setelah dikurangi liabilitas. Beberapa contoh akun ekuitas:
    • Modal: Setoran modal yang diberikan pemilik kepada perusahaan.
    • Laba Ditahan: Keuntungan yang diperoleh perusahaan dan tidak dibagikan kepada pemilik.

2. Akun Laporan Laba Rugi

Akun laporan laba rugi adalah akun yang menunjukkan kinerja keuangan perusahaan selama periode tertentu. Jenis akun laporan laba rugi dibagi menjadi dua kategori utama:

  • Pendapatan: Pendapatan merupakan hasil penjualan barang atau jasa yang diterima perusahaan. Beberapa contoh pendapatan dalam perusahaan dagang:
    • Penjualan: Pendapatan yang diperoleh dari penjualan barang dagangan.
    • Diskon Penjualan: Pengurangan harga yang diberikan kepada pembeli.
  • Beban: Beban merupakan pengeluaran yang dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan. Beberapa contoh beban dalam perusahaan dagang:
    • Harga Pokok Penjualan (HPP): Biaya yang dikeluarkan untuk membeli barang dagangan yang terjual.
    • Beban Operasional: Biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan kegiatan operasional perusahaan, seperti gaji karyawan, sewa, dan listrik.
    • Beban Bunga: Biaya yang dikeluarkan untuk pembayaran bunga atas pinjaman.

3. Akun Laporan Arus Kas

Akun laporan arus kas adalah akun yang menunjukkan pergerakan kas masuk dan kas keluar perusahaan selama periode tertentu. Jenis akun laporan arus kas dibagi menjadi tiga kategori utama:

  • Arus Kas Operasional: Pergerakan kas yang berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan, seperti penjualan barang dagangan dan pembelian barang untuk persediaan.
  • Arus Kas Investasi: Pergerakan kas yang berkaitan dengan kegiatan investasi perusahaan, seperti pembelian dan penjualan aset tetap.
  • Arus Kas Pendanaan: Pergerakan kas yang berkaitan dengan kegiatan pendanaan perusahaan, seperti penerimaan modal dari pemilik dan pembayaran utang.

4. Akun Lain-lain

Selain akun neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas, perusahaan dagang juga menggunakan akun lain, seperti:

  • Akun Perkiraan: Akun yang digunakan untuk mencatat estimasi biaya yang belum pasti nilainya, seperti biaya depresiasi dan biaya cadangan kerugian piutang.
  • Akun Pendapatan Lain-lain: Akun yang digunakan untuk mencatat pendapatan yang diperoleh perusahaan selain dari penjualan barang dagangan, seperti pendapatan sewa dan pendapatan bunga.
  • Akun Beban Lain-lain: Akun yang digunakan untuk mencatat beban yang dikeluarkan perusahaan selain dari biaya operasional, seperti biaya hukum dan biaya asuransi.

Memahami jenis-jenis akun dalam perusahaan dagang merupakan langkah penting dalam mengelola keuangan perusahaan. Dengan mencatat dan menganalisis setiap akun secara tepat, perusahaan dapat memonitor kinerja, membuat keputusan yang tepat, dan mencapai tujuan bisnis yang ditetapkan.