3 Level Strategi Dalam Perusahaan

5 min read Jun 28, 2024
3 Level Strategi Dalam Perusahaan

Membangun Kekuatan: Memahami 3 Level Strategi dalam Perusahaan

Strategi adalah jantung dari setiap perusahaan yang ingin mencapai kesuksesan. Tanpa strategi yang jelas, perusahaan akan seperti kapal tanpa kompas, terombang-ambing dalam lautan persaingan. Namun, membangun strategi bukanlah pekerjaan mudah. Membangun strategi yang efektif memerlukan pemahaman yang mendalam tentang berbagai level strategi yang saling terkait dan membentuk keseluruhan strategi perusahaan.

1. Strategi Korporat: Menentukan Arah Besar

Strategi korporat adalah level tertinggi dalam hierarki strategi. Di sini, perusahaan menjawab pertanyaan fundamental: "Apa yang ingin kita capai sebagai organisasi?" Strategi korporat menentukan scope dan arah dari seluruh organisasi, menjawab pertanyaan seperti:

  • Bisnis apa yang akan kita jalankan? Apakah perusahaan akan fokus pada satu bisnis utama atau diversifikasi ke beberapa bisnis?
  • Bagaimana kita akan mengalokasikan sumber daya? Mana bisnis yang akan mendapatkan prioritas dan mendapat alokasi sumber daya terbesar?
  • Bagaimana kita akan tumbuh? Apakah perusahaan akan tumbuh secara organik atau melalui akuisisi?
  • Bagaimana kita akan menghadapi persaingan? Apakah perusahaan akan menjadi pemimpin pasar, pengikut, atau challenger?

Contoh konkret: Sebuah perusahaan otomotif dapat menetapkan strategi korporat untuk fokus pada mobil listrik dan kendaraan otonom, dengan melakukan investasi besar di bidang penelitian dan pengembangan di bidang tersebut.

2. Strategi Bisnis: Membangun Keunggulan Kompetitif

Setelah strategi korporat ditetapkan, perusahaan kemudian membangun strategi bisnis untuk setiap unit bisnisnya. Strategi bisnis menjawab pertanyaan: "Bagaimana kita akan bersaing di pasar?"

Strategi bisnis fokus pada keunggulan kompetitif, menjawab pertanyaan seperti:

  • Apa nilai yang kita tawarkan kepada pelanggan? Apakah perusahaan akan menawarkan produk yang murah, berkualitas tinggi, atau dengan fitur unik?
  • Siapa target pasar kita? Apakah perusahaan akan menargetkan semua pelanggan atau segmen pasar tertentu?
  • Bagaimana kita akan mendifferensiasikan diri dari pesaing? Apakah perusahaan akan fokus pada biaya rendah, diferensiasi produk, atau fokus pada layanan?

Contoh: Dalam perusahaan otomotif yang fokus pada mobil listrik, strategi bisnis untuk unit bisnis mobil listrik mungkin menargetkan konsumen kelas atas dengan teknologi canggih dan fitur yang berfokus pada keberlanjutan.

3. Strategi Fungsional: Menerjemahkan Strategi ke Operasional

Level terbawah dalam hierarki strategi adalah strategi fungsional. Strategi ini menentukan bagaimana setiap fungsi dalam perusahaan (seperti pemasaran, keuangan, produksi) akan mendukung strategi bisnis.

Strategi fungsional menjawab pertanyaan: "Bagaimana kita akan menjalankan operasi sehari-hari untuk mencapai tujuan strategis kita?"

Contoh: Strategi pemasaran untuk unit bisnis mobil listrik dapat fokus pada kampanye digital yang menargetkan konsumen kelas atas yang peduli dengan lingkungan, sementara strategi produksi fokus pada optimalisasi proses manufaktur untuk menghasilkan mobil listrik dengan kualitas tinggi dan biaya yang kompetitif.

Kesimpulan: Membangun Strategi yang Selaras

Ketiga level strategi ini saling terkait dan membentuk satu kesatuan yang terpadu. Strategi korporat menetapkan arah besar, strategi bisnis mendefinisikan keunggulan kompetitif, dan strategi fungsional memastikan pelaksanaan operasional yang mendukung strategi bisnis.

Memahami dan membangun ketiga level strategi dengan selaras akan menghasilkan sinergi dan kekuatan yang akan membawa perusahaan ke arah kesuksesan yang berkelanjutan.